Rencana Tuhan Lebih Indah

Siang itu Marta sedang menghias pohon Natal. Mama sibuk membungkus hadiah-hadiah Natal. Empat hari lagi Natal tiba. Marta masih ingat peristiwa menjelang Natal tahun lalu. Mama dirawat di rumah sakit karena harus menjalani operasi usus buntu. Natal kali ini Mama sehat dan Marta sangat senang.
“Ma, sepertinya tahun ini tidak ada tamu yang menginap, ya. Biasanya bila hari Natal selalu ada tamu-tamu menginap dan kita sibuk. Kali ini kita tidak usah repot-repot memasak, Ma. Kan hanya kita berdua. Kita makan saja di luar!” kata Marta. Rumah mereka memang dijadikan penginapan. Sejak Papa Marta meninggal, pekerjaan Mama mengurus tamu-tamu yang menginap.
“Ya, itu gagasan bagus. Kita bersantai sekali-sekali, ya. Malam Natal kita ke gereja, lalu pada hari Natal kita santai di rumah dan keluar makan siang. Sekalian kita beli makanan untuk makan malam!” kata Mama.
“Iya, bagus begitu, Ma. Kita ke restoran mana, Ma?” tanya Marta semangat.
“Terserah kamu! Sekarang, tolong antar hadiah-hadiah ini!”
“Lho, biasanya kan Mama berikan hadiah sehari sebelum Natal. Natal kan masih tiga hari lagi, Ma!” Marta mengingatkan.
Mama tertawa, “Mama pikir, bila hadiah-hadiah ini sudah diantar, kita bisa mulai bersantai lebih cepat!”
Marta memasukkan bungkusan-bungkusan hadiah ke dalam keranjang, kemudian pergi ke rumah para tetangga dan kenalan. Tugas ini sungguh menyenangkan. Orang-orang yang menerima hadiah gembira. Namun, Marta tahu Mama pasti lebih gembira lagi. Mama selalu berkata: “Lebih berbahagia memberi daripada menerima!”
Ketika Marta tiba di rumah, dilihatnya banyak orang di rumah. Ada dua orang Bapak, dua orang ibu dan lima anak. Mama memperkenalkan mereka pada Marta, “Keluarga Oom Bram dan Oom Yan ini adalah pengungsi dari Maluku. Mereka akan menginap di sini. Besok mereka akan coba menghubungi keluarga mereka. Selama belum ada yang menampung, kita akan menampung mereka!”
Ceeep! Kegembiraan Marta langsung surut. Di dalam hati Marta berpikir, “Wah, gagal sudah rencana bersantai di hari Natal. Tamu-tamu ini pengungsi, bukan tamu yang menghasilkan uang. Ini benar-benar akan merepotkan!”
Segera Mama sibuk di dapur dibantu oleh dua ibu itu. Lima anak berkulit hitam dan berambut keriting, bertubuh kurus, duduk diam di ruang tamu. Mereka tampak letih. Dua perempuan dan tiga laki-laki. Yang seorang sebaya dengan Marta. Oom Yan sedang mandi dan Oom Bram pergi ke luar rumah.
Tak lama kemudian Mama keluar dari dapur dan sibuk menelpon.
Lalu Mama berkata kepada Marta, “Marta, berikan beberapa potong pakaianmu dan handuk untuk Siska dan Tina. Kemudian tolong pergi ke rumah Tante Yulia. Ia akan sediakan pakaian untuk tiga anak laki-laki itu. Kasihan, mereka lari tanpa sempat bawa pakaian sepotong pun!”
Marta segera mengambil pakaiannya. Marta juga merasa kasihan pada mereka. Cuma, Marta agak kesal karena rencana bersantainya gagal.
Malam harinya ketika tamu-tamu sudah tidur, Marta mendekati Mama.
“Ma, rencana santai di hari Natal gagal, ya?” kata Marta lirih.
Mama tersenyum, “Biarlah, Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Kita bersyukur diberi kesempatan menolong orang. Mama harap kamu tidak kecewa!”
Marta mengangguk, walaupun rasanya berat benar. Esok harinya anak-anak itu mulai berani bermain. Mereka lari-larian, bertengkar, bahkan ada yang mencopot beberapa hiasan di pohon terang. Sebuah buku cerita Marta sobek karena diperebutkan. Suasana rumah jadi bising.
Malamnya Marta berkata, “Ma, kalau mereka tinggal lama-lama di sini, Marta tidak sanggup!”
Mama mengelus-elus rambut Marta. “Mama juga tidak sanggup. Tuhan tahu kekuatan kita. Yakinlah semua akan selesai dengan baik! Kita berdoa, ya!”
Kemudian Mama dan Marta berdoa.
Esok harinya keadaan masih sama. Marta berusaha menahan sabar. Ingin rasanya cepat-cepat liburan selesai dan ia kembali ke sekolah. Besok malam adalah malam Natal. Tak terbayangkan oleh Marta hari Natal dilewatkan bersama kelima anak nakal itu.
Sehari kemudian pagi-pagi sekali di meja makan Oom Bram berkata, “Beta sangat berterimakasih karena sudah ditampung tiga hari ini. Siang ini kami akan dijemput. Kami sudah dapat rumah di Bekasi dan pekerjaan. Puji Tuhan.
Maafkan, karena anak-anak sangat nakal dan menyusahkan!”
Oooh, betapa Marta sangat lega. Akhirnya siang ini rumah sepi lagi. Nanti malam ia bisa pergi berdua Mama ke gereja dan bersantai seperti rencana semula. Benar, kata Mama, Tuhan tahu apa yang terbaik.
Siang hari ketika kedua keluarga itu sudah pergi, Marta membantu Mama membereskan kamar-kamar. Tiba-tiba terdengar dering telpon.
“Jangan-jangan ada tamu lagi!” pikir Marta was-was.
“Nanti malam, baik! Terimakasih! Tuhan berkati!” terdengar suara Mama.
Marta terduduk di tepi tempat tidur. Sudah terbayang bahwa rencana bersantainya akan gagal lagi. Mama mendekatinya.
“Marta, ada perubahan lagi. Kita tidak jadi bersantai berdua….!”
Duk! Jantung Marta seolah berhenti.
“Kita diajak bersantai di kapal pesiar Oom dan Tante Bernard. Nanti malam kita berangkat langsung ke gereja. Besok kita diajak jalan-jalan ke pulau, makan seafood di restoran. Kamu dan kawan-kawan bisa berenang. Ada sekitar tiga puluh orang dari gereja akan pergi!” kata Mama.
“Oooh, luar biasa. Puji Tuhan!” seru Marta. “Marta kira ada tamu lagi yang akan menginap!” Mama tersenyum. “Benar, ya, Ma, rencana Tuhan lebih indah daripada rencana kita. Natal kali ini sungguh luar biasa!” kata Marta.
“Ayo, kita bereskan barang-barang yang akan kita bawa untuk menginap di kapal!” kata Mama.
Marta memasang kaset Natal. Lagu Natal terdengar demikian merdu. Ada damai dan sukacita di hati Marta.

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    adi isa said,

    dalam islam, disebut “takdir” karena adanya iradat/kehendak Allah.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: