Bapak Imunologi Penemu Kemoterapi

Nama:
Paul Ehrlich
Lahir:
Strehlen, Silesia (Strzelin, Polandia), 14 Maret 1854
Meninggal:
Homburg, Prusia, 20 Agustus 1915

Penemuan:
Kemoterapi (ahli bakteriologi, bapak imunologi, hematologi, dan kemoterapi)

Kebangsaan:
Jerman (keturunan Yahudi)

Pendidikan:
Berpindah-pindah di Universitas Breslau, Strasbourg, Freiburg dan Leipzig, meraih doktor pada umur 24 tahun (1878)

Penghargaan:
Hadiah Nobel untuk kedokteran dan fisiologi (1908)

Bapak Imunologi Penemu Kemoterapi

Ia adalah dokter Jerman, ahli bakteriologi, bapak imunologi, hematologi, dan kemoterapi. Dialah penemu cara pengobatan dengan zat kimia yang disebut kemoterapi. Ia penemu merah tripan (zat warna yang dapat membunuh tripanosoma, hewan bersel satu yang menyebabkan penyakit tidur) dan salvarsan (arsfenamina). Salvarsan dan neosalvarsan adalah obat pertama untuk penyakit sifilis.

Dokter Jerman ini lahir di Strehlen, Silesia (Strzelin, Polandia), pada tanggal 14 Maret 1854 dan meninggal pada umur 61 tahun tanggal 20 Agustus 1915 di Homburg, Prusia. Ia berasal dari keluarga kurang mampu. Orang tuanya, keturunan Yahudi, mencari nafkah dengan membuka warung.

Prestasinya di sekolah tidak menonjol bahkan tergolong rendah. Nilai rapornya rendah. Hanya nilai bahasa Latin dan matematika cukup tinggi. Bahkan sebenarnya ia tidak memenuhi syarat untuk melanjut ke perguruan tinggi. Hanya karena belas kasihan gurunya yang terpaksa mengatrol nilainya agar ia dapat diterima di perguruan tinggi. Di universitas pun prestasinya tergolong rendah. Namun ia orang yang gigih. Dengan bersusah-payah dan berpindah-pindah kuliah di Universitas Breslau, Strasbourg, Freiburg dan Leipzig, akhirnya ia berhasil meraih gelar doktor pada umur 24 tahun (1878) dengan tesis bertajuk “Sumbangan untuk Teori dan Praktek Mewarnai Jaringan”.

Namun prestasi kuliahnya yang jelek bukan karena ia bodoh. Tetapi lebih disebabkan kurangnya waktu untuk belajar. Waktunya banyak disita kege-marannya mencoba bermacam-macam zat warna untuk mewarnai jaringan tubuh yang masih hidup. Di benaknya bergelora cita-cita untuk menemukan sesuatu yang dapat membunuh bibit-bibit penyakit di dalam tubuh manusia tanpa merusak jaringan tubuh. Sebab ia berkeyakinan, bibit penyakit tertentu hanya menyerap zat warna (kimia) tertentu yang bila bibit penyakit itu menyerap zat kimia tertentu lain, bibit penyakit itu akan mati. Pengobatan dengan zat kimia yang diebut kemote-rapi inilah salah satu temuannya.

Ia seorang ilmuwan, yang mempersembahkan penemuannya untuk kepentingan umum dan kemanusiaan. Ia tidak mengaitkan penemuannya dengan uang. Maka layaklah ia dianugerahi Hadiah Nobel untuk kedokteran dan fisiologi pada tahun 1908. *e-ti/tian dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: